7 Benda di Taman Rumah Anda Ini Berbahaya Bagi Kesehatan!

1. Pestisida

Bagi orang yang suka berkebun atau mendekorasi taman keluarga, pestisida adalah senjata utama untuk memberantas hama serangga. Meski begitu, paparan pestisida sama-sama berbahaya bagi kesehatan manusia.

Pestisida

Pada pria dan wanita usia subur, paparan pestisida yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan hormon dan penyakit tiroid yang dapat mempengaruhi kesuburan. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), wanita hamil yang sering terpapar pestisida memiliki peningkatan risiko melahirkan bayi yang cacat, bayi berat lahir rendah (BBLR), hingga kematian janin dalam rahim. .

Pada bayi dan anak kecil, paparan pestisida yang mereka terima saat bermain di taman rumah dapat menyebabkan keluhan sakit kepala, nyeri otot, gejala asma, dan mual.

Paparan pestisida jangka panjang menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius, seperti kerusakan organ dan pemicu kanker, termasuk leukemia, kanker payudara, dan tumor otak.

2. Kotoran binatang

Jika Anda memiliki hewan peliharaan di rumah, kotoran yang mereka buang di taman bisa menjadi perantara penyebaran penyakit. Misalnya, toksoplasma (ditemukan khusus pada kotoran kucing) atau semua jenis cacing yang menyebabkan cacingan.

Kotoran hewan sering digunakan sebagai kompos untuk menyuburkan tanaman. Susanne Bennett, DC, CCSP, seorang spesialis alergi, mengatakan kepada Everyday Health bahwa kotoran anjing dan kotoran hewan lainnya mungkin mengandung parasit yang dapat dengan mudah masuk ke kulit.

Untuk menghindari infeksi oleh kotoran hewan, kenakan sepatu saat bermain di taman dan cuci tangan Anda dengan sabun sampai benar-benar bersih setelah menyentuh tanah atau benda lain di taman rumah Anda.

3. Kutu

Taman rumah adalah salah satu tempat persembunyian kutu yang dapat mendarat di tubuh Anda kapan saja. Meskipun ukurannya kecil, gigitan kutu dapat menularkan penyakit tipus epidemi, demam parit, juga dikenal sebagai demam lima hari, dan demam kutu yang ditularkan berulang.

Selain menyebabkan gatal, gigitan kutu juga dapat menyebabkan gangguan mata dan kulit, seperti impetigo, borok kulit, blepharitis, dan konjungtivitis, hingga penyakit Lyme (walaupun penyakit ini jarang terjadi di Indonesia).

4. lebah

Rumah kebun identik dengan serangga terbang. Salah satunya adalah lebah. Sengatan lebah dapat menyebabkan reaksi alergi yang berlebihan. Siapkan suntikan epinefrin (EpiPen) yang dapat mencegah reaksi alergi terhadap gigitan serangga saat bepergian di kebun rumah Anda, jika Anda atau anggota keluarga alergi terhadap lebah.

Untuk menghindari sengatan lebah, hindari mengenakan pakaian berwarna cerah, parfum yang wangi dan jangan membawa makanan atau minuman manis yang dapat menarik serangga.

5. Bakar sampah

Apakah Anda biasanya membakar sampah di kebun Anda? Jika demikian, Anda harus segera menghentikan kebiasaan buruk ini.

Menghirup gas karbon monoksida dari pembakaran sampah dapat menyebabkan asma, sesak napas, gangguan perkembangan pada anak-anak, merusak pembuluh darah, menyebabkan gagal ginjal dan gagal hati. Sebuah studi lingkungan di Boston menunjukkan bahwa menghirup polusi udara meningkatkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular, stroke, dan diabetes hingga 4% lebih banyak.

Asap dari pembakaran sampah juga bersifat karsinogenik, yang dapat memicu kanker paru-paru, meskipun dihirup dalam jumlah kecil.

Buang sampah dengan benar tanpa membakarnya. Jika memungkinkan, daur ulang limbah rumah tangga.

6. Sandal jepit

Sandal jepit nyaman dan dapat melindungi kaki Anda dari menginjak tanah atau benda tajam. Sendal juga dapat membantu mencegah Anda mengalami kurap atau mata ikan karena berada di tanah basah. Meski begitu, kebiasaan memakai sandal jepit untuk waktu yang lama dapat menyebabkan banyak masalah dengan kaki Anda.

Sol pin datar tidak mendukung lengkungan kaki Anda, yang membuat kaki Anda menempel di tengah tubuh Anda dan bukannya berdiri tegak. Ketika itu terjadi, Anda lebih cenderung mengalami keseleo karena pergelangan kaki Anda cenderung ke dalam atau ke luar, kata Eunice Ramsey-Parker, DPM, MPH, seorang profesor kedokteran podiatrik di New York, diinformasikan oleh Reader’s Digest.

Selain itu, sol sandal yang bisa dipakai untuk waktu yang lama dapat memudahkan benda tajam untuk menembus dan menembus telapak kaki. Sandal jepit juga biasanya lebih licin, sehingga gesekan dan kelembaban dari air atau keringat dapat menyebabkan lecet pada tumit atau ujung jari.

Sebaiknya kenakan sepatu karet yang setinggi betis untuk melindungi kaki Anda saat menyirami kebun atau berkebun.

7. Alat berkebun berkarat

Memegang benda yang berkarat benar-benar aman. Tetapi jika Anda menginjak kuku berkarat yang tersembunyi di rumput atau terluka oleh benda berkarat, infeksi bisa berakibat fatal jika tidak diobati dengan cepat.

Tetanus adalah kemungkinan komplikasi infeksi. Jika tetanus tidak diobati, infeksi dapat menjadi lebih buruk dan menyebabkan gangren (kematian jaringan). Infeksi serius juga dapat menyebabkan sepsis, infeksi bakteri yang menyerang darah dan sangat mungkin menyebabkan kematian.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>